Alhamdulillah, bahagia rasanya saya bisa mewujudkan mimpi
lama. Mimpi untuk membuat komunitas literasi.
Ide ini sebenarnya telah lama muncul. Namun baru terealisasi di 2016. Tepatnya
23 April 2016, bersamaan dengan Hari Buku Internasional. Sebuah momen yang sangat kebetulan. Wadah tersebut kemudian saya namai KOMBAT (Komunitas Baca
Tulis). Memulai sebuah komunitas tentu bukan hal mudah. Maka,
begitulah yang saya rasakan di awal pembentukan KOMBAT ini. Kekhawatiran saya
terutama
dalam pencarian dan perekrutan massa. Kekhawatiran itu bukan tanpa
sebab. Menurut hemat saya, anak muda bone yang punya minat dalam persoalan
literasi sangatlah minim. Tapi ternyata spekulasi tersebut salah.
Ketika saya menyebar formulir Online, respon yang ada sangat positif. Satu minggu formulir disebar,
ada 40-an orang yang mengisinya. Angka yang sangat fantastis. Sepertinya objek
perhatian saya yang mungkin terlalu sempit sehingga tidak pernah menyadari ternyata
banyak teman-teman di Bone yang suka literasi. Hanya saja mereka tidak punya
wadah. Sehingga sulit terdeteksi.
Nah, harapan besar saya semoga dengan hadirnya KOMBAT ini
bisa menjadi langkah awal mempertemukan pemikiran-pemikiran pemuda Bone. Terkhusus
kepada mereka yang punya minat dalam literasi. Entah itu berbagi informasi
tentang rekomendasi buku menarik ataukah berdiskusi persoalan kepenulisan. Yang
jelas, mimpi KOMBAT tidak muluk-muluk, yakni menyukseskan gerakan BONE MEMBACA
dan BONE MENULIS.
Untuk menjaga eksistensi dan kontinuitas komunitas, maka dijadwalkan
agar setiap pekannya ada pertemuan. Disepakatilah hari Ahad pukul 16.15 di
Lapangan Merdeka. Mayoritas teman-teman yang gabung memang anak sekolah, jadi
waktu yang paling tepat pastilah hari Ahad.
Di pertemuan perdana (Ahad, 8 Mei 2016) ternyata tidak
sesuai harapan saya. Hanya 6 orang yang hadir saat itu. Pikiran saya pastilah
berkecamuk. 40 orang yang telah mengirim formulir, lah kok bisa yang hadir
pertemuan hanya 6 orang? Tapi yah mau bagaimana lagi. Saat itu saya merasa
sudah kepalang tanggung. Toh yang menjadi penentu kesuksesan sebuah komunitas
tidak melulu karena kuantitas anggotanya. Maka, pekerjaan utama saya saat
itu ialah meyakinkan keenam orang ini
agar bisa komit dan bersungguh-sungguh di komunitas. “KUANTITAS TIDAK AKAN
PERNAH MEMENGARUHI KUALITAS”, begitu doktrin yang coba saya tanamkan ke mereka.
Agar pertemuan tersebut tidak menjadi sebuah hal yang
sia-sia, maka saya mengambil inisiatif untuk meminta mereka menulis hal-hal apa
yang bisa KOMBAT lakukan agar dapat memajukan dunia literasi Bone. Setelah
membaca tulisan-tulisan mereka, maka hasilnya adalah:
- Flash Library : Setiap pekan KOMBAT akan berkunjung ke public station (keramaian) dan mengajak orang-orang untuk membaca buku.
- KOMBAT in Media : KOMBAT harus aktif mengirim/berbagi tulisan ke Media. Entah itu tulisan dalam bentuk Opini maupun Sastra.
- Bedah Buku : Penting untuk setiap anggota KOMBAT. Agar dapat mengambil wawasan baru dari setiap buku yang dibedah. Entah itu wawasan keilmuan atau wawasan kepenulisan
- Sharing Kepenulisan : Setiap anggota kombat menyelesaikan sebuah tulisan, maka harus didiskusikan. Sekaligus menjadi evaluasi tulisan tersebut.
- Pengadaan Blog : Blog akan digunakan untuk menampung tulisan-tulisan dari setiap anggota kombat. Sehingga, eksistensi mereka juga dapat terlihat di dunia maya.
- Writing Competition : Selain untuk ajang promosi komunitas, lomba menulis juga bisa menjadi wadah yang bisa menampung kreatifitas anak-anak muda Bone. Terutama dalam persoalan kepenulisan.
- Bazaar Buku Murah : Bazaar bisa menjadi sebuah alternatif untuk menarik massa. Terutama di kalangan muda. Selain itu bazaar juga bisa menjadi solusi bagi mereka yang mungkin selama ini tidak pernah membeli buku dengan alasan buku di toko mahal.
- Promotion Everywhere : Sehingga gaung KOMBAT bisa menyeluruh di Bone. Sehingga setiap ada kegiatan literasi, maka KOMBATLAH yang akan menjadi pelopor.
- Workshop : Seminar kepenulisan dan pemasyarakatan baca tentu akan sangat efektif. Karena selama ini, seminar seperti ini belum pernah dilaksanakan di Bone. Kegiatan yang mungkin ada kaitannya dengan kepenulisan paling di pelatihan jurnalistik.
9 program inilah yang akan kami
coba untuk laksanakan di KOMBAT. Tapi tentu tidak menutup kemungkinan akan ada
penambahan program. Kami akan sesuaikan dengan kondisi nantinya.
Baiklah... Sepertinya sudah terlalu panjang. Sebelum saya
mengakhiri tulisan ini, saya ingin berterima kasih kepada 6 orang kemarin yang
telah bersikap memberikan komitmennya untuk belajar dan bekerja bersama di
KOMBAT.
LINDA.. FATMA.. ICHA.. ICCANK.. JUSTANG.. RUDI.. Kalian
hebat. Kalian luar biasa. Saya yakin KOMBAT bisa jadi SESUATU di tangan kalian.
Lop yu oll gais.
Fatma & Icha Justang, Iccank, Rudi
Linda
Untuk teman-teman yang belum sempat hadir pertemuan kemarin,
semoga bisa hadir di pertemuan mendatang. Banyak hal yang bisa kita lakukan
bersama di KOMBAT. Yah setidaknya kita harus bisa buktikan kepada orang-orang di luar sana kalau
anak muda Bone itu kreatif. Persepsi orang-orang di luar sana tentang anak muda
Bone yang hanya bisa anarkis wajib kita hancurkan. Hahaha.
Sampai jumpa lagi.
Salam Literasi!



Masih adakah perekrutan anggota kombat?
BalasHapusAda tidak nomor yang bisa d hubungi kalau mau gabung?
BalasHapusAda tidak nomor yang bisa d hubungi kalau mau gabung?
BalasHapus